“Teknik Sipil? Masih ada yang berminat juga?” Begitulah kira-kira komentar kakak teman saya sewaktu saya mengisi formulir UMPTN (SPMB) sembilan tahun yang lalu. Maklum saat itu dunia teknik sipil sedang rontok karena krisis yang sejak dua tahun sebelumnya(1997/1998). Jadi wajar saja pendapat kakak kelas tesebut. Dalam hati saya, “teknik sipil kan pilihan kedua, lagi pula empat tahun atau lima tahun lagi saat saya lulus ekonomi membaik sehinggga dunia teknik sipil juga akan membaik lagi”.
Saya akui sebenarnya saya lebih suka bidang elektro dan informatika, tetapi hal itu tidak memungkinkan. Orang tua asuh yang akan membiayai studi saya mengharuskan untuk memilih UNS Solo, sementara UNS saat itu belum ada jurusan elektro atau informatika. Sesuai saran ortu pilihan pertama adalah kedokteran dan pilihan kedua sebenarnya mau pilih FKIP Fisika atau Kimia. Tetapi atas saran guru saya, pilih teknik saja. Setelah menimbang-nimbang dan minta saran kepada kakak kelas akhirnya pilihan kedua kujatuhkan pada teknik sipil. Setealah pengumuman UMPTN/SPMB ternyata saya tidak lolos kedokteran. Allahuakbar! Ternyata takdir Allah SWT saya diterima di jurusan teknik sipil.
Ada yang mengatakan nanti kerja di dunia teknik sipil itu penuh ketidakjujuran. Untuk memenangkan tender akan menghalalkan segala cara. Memanipulasi data agar dapat untung besar. Dan banyak citra negatif lainnya. Bahkan ada teman yang bercita-cita tak ingin punya suami yang kerja di dunia teknik sipil (baca: kontraktor). Karena menurut pandangannya dunia teknik sipil tak lepas dari cara-cara yang menyimpang.
Saatnya saya merenung kembali, sebenarnya bagaimana sih prospek lulusan teknik sipil? Hampir sebagian besar perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknik selalu ada jurusan teknik sipil. Dengan kata lain berarti sarjana teknik sipil sangat banyak. Di mana hukum ekonomi, jika penawaran meningkat sementara permintaan tetap atau turun maka harga akan turun. Padahal setiap tahun lulusan teknik sipil (‘penawaran’) selalu bertambah, maka ‘harga’ atau kesejahteraan lulusan teknik sipil kurang menjanjikan. Benarkah?
Apalagi ada yang mengatakan bahwa trend saat ini lebih ke sektor industri, informasi, dan komunikasi. Lantas bagaimana prospek lulusan teknik sipil. Kalau memang kurang prospek mengapa jurusan ini masih dibuka. Apakah benar masa jaya dunia teknik sipil di era 80-an atau 90-an telah berlalu. Dan kini dunia teknik sipil kurang menjanjikan?
Ayo para insinyur teknik sipil di seluruh tanah air berbagi kepada kami, kepada adik-adik kami yang saat ini studi di teknik sipil agar tetap semangat menatap masa depan. Silahkan berbagi pengalaman, pendapat, dan sharing kepada kami.
ref: priandoyo.wordpress.com
foto: jakartainternationalcity.wordpress.com










8 tanggapan so far ↓
nusantaraku // Mei 26, 2009 pada 10:25 pm |
Prospek besar untuk Indonesia adalah teknik kelautan (sipil di laut). Kita masih kurang sekali insinyur kelautan. Semoga saja Civil Engineering UNS tetap mengajarkan sipil kelautan.
morishige // Juni 7, 2009 pada 7:03 pm |
sebenernya semuanya hanya masalah pilihan, bener gak mas?
temen2 saya dulu pada heran kenapa saya milih geofisika..
anjas // September 4, 2009 pada 10:56 pm |
kata siapa jur ini itu tidak menjanjikan,,,??!! sotoi banget sih…pertama-tama soal rizki dan prospek kita bergantung hanya kepada yang Maha Esa, yang penting kita berusaha dulu untuk menuntut ilmu, setelah itu pasrahkan saja kepada Yang Kuasa. Lulusan Sipil ga harus bekerja di dunia ketekniksipilan, bergantung juga soft skill kita dalam dunia kerja nanti, liat saja direktur utama Bank Mandiri sekarang adalah lulusan Sipil juga sekaligus alumni di kampus kami (ITB). Tetap semangat warga teknik Sipil se-tanah air, mari kita berkontribusi secara langsung terhadap pambangunan infrastruktur bangsa ini.
mus // Oktober 3, 2009 pada 10:08 pm |
Sepakat mas Anjas. ALLAH telah mengatur dan menjamin rezeki kita. Bahkan negeri kita yang masih ketinggalan infrastrukturnya sangat membutuhkan ahli-ahli konstruksi.
teguh // September 25, 2009 pada 11:25 am |
trgantung rejeki. . .yg penting berusaha. ,
angga khaidarius // Oktober 2, 2009 pada 8:13 pm |
kutipan cerita…
suatu waktu ada 2 orang yang lagi bingung karena pada saat tertentun ia mempunyai dua kursi. ia bingung ingin duduk di kursi mana. dan ternyata orang yang satu memutuskan untuk duduk pada dua kursi yaitu kursi itu ia gabung dan ia duduk di tengah2nya..
dan orang yang kedua memutuskan untuk mangambil salah satu kursi lalu mendudukinya…
dan ternyata baru 30 menit orang yang duduk di dua kursi tadi merasa pegal dan tidak nyaman akibat punggung yang duduk diantara kursi tersebut.
tetapi orang kedua tersebut duduk dengan nyaman pada satu kursi…
begitulah kita.. kita akan bisa memaksimalkan kinerja kita pada satu bidang.. appun bidang tersebut.. informatika, sipil, pertambangan, keguruan, kedokteran kalau kita bekerja dengan sungguh2 pada bidang yang kita geluti.. kenikmatan akan di dapat..
saya juga jurusan sipil..
hidup sipil…
irwan // Desember 1, 2009 pada 7:59 pm |
halah saya nak sipil betah
irwan // Desember 1, 2009 pada 8:01 pm |
mari bersama sama kita tunjukkan kalo calon calon kontraktor bisa berjuang dimasa depan yang lebih baik coy semangat,aku datang untuk kamu semua ayo kita buktikan tahun 3030..kiamat