Celotehan Masmus

menggelorakan jiwa

Bagaimana Prospek Lulusan Teknik Sipil?

with 43 comments

“Teknik Sipil? Masih ada yang berminat juga?”  Begitulah kira-kira komentar kakak teman saya sewaktu saya mengisi formulir UMPTN (SPMB) sembilan tahun yang lalu. Maklum saat itu dunia teknik sipil sedang rontok karena krisis yang sejak dua tahun sebelumnya(1997/1998). Jadi wajar saja pendapat kakak kelas tesebut. Dalam hati saya, “teknik sipil kan pilihan kedua, lagi pula empat tahun atau lima tahun lagi saat saya lulus ekonomi membaik sehinggga dunia teknik sipil juga akan membaik lagi”.

Saya akui sebenarnya saya lebih suka bidang elektro dan informatika, tetapi hal itu tidak memungkinkan. Orang tua asuh yang akan membiayai studi saya mengharuskan untuk memilih UNS Solo, sementara UNS saat itu belum ada jurusan elektro atau informatika. Sesuai saran ortu pilihan pertama adalah kedokteran dan pilihan kedua sebenarnya mau pilih FKIP Fisika atau Kimia. Tetapi atas saran guru saya, pilih teknik saja. Setelah menimbang-nimbang dan minta saran kepada kakak kelas akhirnya pilihan kedua kujatuhkan pada teknik sipil. Setealah pengumuman UMPTN/SPMB ternyata saya tidak lolos kedokteran. Allahuakbar! Ternyata takdir Allah SWT saya diterima di jurusan teknik sipil.

Ada yang mengatakan nanti kerja di dunia teknik sipil itu penuh ketidakjujuran. Untuk memenangkan tender akan menghalalkan segala cara. Memanipulasi data agar dapat untung besar. Dan banyak citra negatif lainnya. Bahkan ada teman yang bercita-cita tak ingin punya suami yang kerja di dunia teknik sipil (baca: kontraktor). Karena menurut pandangannya dunia teknik sipil tak lepas dari cara-cara yang menyimpang.

Saatnya saya merenung kembali, sebenarnya bagaimana sih prospek lulusan teknik sipil? Hampir sebagian besar perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknik selalu ada jurusan teknik sipil. Dengan kata lain berarti sarjana teknik sipil sangat banyak. Di mana hukum ekonomi, jika penawaran meningkat sementara permintaan tetap atau turun maka harga akan turun. Padahal setiap tahun lulusan teknik sipil (‘penawaran’) selalu bertambah, maka ‘harga’ atau kesejahteraan lulusan teknik sipil kurang menjanjikan. Benarkah?

Apalagi ada yang mengatakan bahwa trend saat ini lebih ke sektor industri, informasi, dan komunikasi. Lantas bagaimana prospek lulusan teknik sipil. Kalau memang kurang prospek mengapa jurusan ini masih dibuka.  Apakah benar masa jaya dunia teknik sipil di era 80-an atau 90-an telah berlalu. Dan kini dunia teknik sipil kurang menjanjikan?

Ayo para insinyur teknik sipil di seluruh tanah air berbagi kepada kami, kepada adik-adik kami yang saat ini studi di teknik sipil agar tetap semangat menatap masa depan. Silahkan berbagi pengalaman, pendapat, dan sharing kepada kami. 

 

ref: priandoyo.wordpress.com
foto: jakartainternationalcity.wordpress.com

Written by mus

18/05/2009 pada 18:41

Ditulis dalam Karir, Pendidikan, Teknik Sipil

Dikaitkatakan dengan , , ,

43 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. bismillah sipil insyaallah bisa memberangkatkan kedua orang tuaku naik haji,.. aminn

    Taufan Kurniawan

    17/11/2013 at 19:54

  2. kak,untuk sekarang ini peluang kerja dari tehnik sipil itu bagaimana?

    widiaztriya

    08/01/2014 at 17:53

  3. Teknik Sipil ??
    Benar2 jurusan nomor 1 ,
    yg lain hanya d gaji tetapi teknik sipil selalu menggaji.
    Artinya kita berpenghasilan bukan dari gaji tapi dr income yg kita atur sendiri.
    Jurusan NO 1 !!!
    TRUST ME

    daka

    19/01/2014 at 07:02

  4. Teknik Sipil itu kebanggan saya

    Unila

    20/01/2014 at 15:22


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: