Celotehan Masmus

Apa yang Kita Punyai itu Bukan Milik Kita

Juni 9, 2009 · & Komentar

Pagi ini saya sampai Purwodadi, tempat di mana bapak kami dirawat karena kecelakaan. Telapak kaki bapak kami tertindih pintu minibus yang ditumpanginya terguling. Di antara penumpang bis yg parah kernet dan bapak kami. Tulang retak, kulit dan daging terkelupas. Dan mungkin yang agak mengkhawatirkan agak terlambat dioperasi. Kecelakaan Ahad pukul 7 malam dan baru operasi Senin pukul 3 sore. Maklum banyak pasien lain yang kondisinya lebih parah, sehingga penanganan lebih dahulu.

Kami bersedih dan berusaha untuk tabah. Kami hanya orang desa. Ya, baru beberapa hari yang lalu Bapak menelepon saya agar akhir Juni untuk pulang kampung. Kata bapak, beliau ingin mengadakan tasyakuran. Tasyakuran setelah adik sy sembuh setelah sakit hampir 2,5 bulan. Juga anak adik saya (keponakan) yang kini sehat kembali. Bapak ingin kami berkumpul saat acara tasyakuran, termasuk saya yang kini merantau di Jakarta.

Seingat saya baru kali ini bapak kami dirawat di rumah sakit. Ya kami hanya orang desa. Paling sering sakit kami flu atau masuk angin. Biarpun hidup kami berkubang dengan lumpur sawah dan kotoran sapi.

Saya pun sadar bahwa semua yang kita punyai adalah titipan dari Allah. Raga kita, harta kita, apapun yang kita anggap milik kita sebernya hanyalah titipan. Yang namanya titipan sewaktu2 dapat diambil pemiliknya.

Di rumah sakit ini akhirnya saya sadar, masih banyak orang lain menerima cobaan yang lebih berat. Kami hanya mendapat ujian kecil. Tak perlu terlalu sedih. Semua ini atas kehendak-Nya.

Bapak, biasanya kami-kami ini anakmu yang mendapat belaian kasihmu saat kami sakit dengan senyum dan cinta hangatmu. Kini panjenengan merintih menahan sakit. Kami hanya berdoa semoga Bapak kuat dan sabar menerima ujian ini, serta segera diberi kesembuhan. Dan kembali bisa mengimami sholat d musholla kami.

Purwodadi, via N2610
[A Mustofa Rusdi]

Kategori: Curhat · Motivasi
Ditandai: , ,

2 tanggapan so far ↓

  • morishige // Juni 10, 2009 pada 1:14 am | Balas

    begitulah, mas.. sesungguhnya apa yang kita punya ini hanyalah titipan saja..
    semoga bapaknya lekas sembuh..

    • mus // Oktober 7, 2009 pada 7:42 am | Balas

      Amiin. Terima kasih atas doanya mas morishige.

Tinggalkan sebuah Komentar