Entries categorized as ‘Curhat’
Pagi ini saya sampai Purwodadi, tempat di mana bapak kami dirawat karena kecelakaan. Telapak kaki bapak kami tertindih pintu minibus yang ditumpanginya yang terguling. Di antara penumpang bus yg parah kernet dan bapak kami. Tulang retak, kulit dan daging terkelupas. Dan mungkin yang agak mengkhawatirkan agak terlambat dioperasi. Kecelakaan Ahad pukul 7 malam dan baru operasi Senin pukul 3 sore. Maklum ada pasien lain yang kondisinya lebih parah, sehingga penanganan lebih dahulu.
Kami bersedih dan berusaha untuk tabah. Baru beberapa hari yang lalu Bapak menelepon saya agar akhir Juni untuk pulang kampung. Kata bapak, beliau ingin mengadakan tasyakuran. Tasyakuran setelah adik saya sembuh setelah sakit hampir 2,5 bulan. Juga anak adik saya (keponakan) yang kini sehat kembali. Bapak ingin kami berkumpul saat acara tasyakuran, termasuk saya yang kini merantau di Jakarta.
Seingat saya baru kali ini bapak kami dirawat di rumah sakit. Ya kami hanya orang desa. Paling sering sakit kami flu atau masuk angin. Biarpun hidup kami berkubang dengan lumpur sawah dan kotoran sapi.
Saya pun sadar bahwa semua yang kita punyai adalah titipan dari Allah. Raga kita, harta kita, apapun yang kita anggap milik kita sebernya hanyalah titipan. Yang namanya titipan sewaktu2 dapat diambil pemiliknya.
Di rumah sakit ini akhirnya saya sadar, masih banyak orang lain menerima cobaan yang lebih berat. Kami hanya mendapat ujian kecil. Tak perlu terlalu sedih. Semua ini atas kehendak-Nya.
Bapak, biasanya kami-kami ini anakmu yang mendapat belaian kasihmu saat kami sakit dengan senyum dan cinta hangatmu. Kini panjenengan merintih menahan sakit. Kami hanya berdoa semoga Bapak kuat dan sabar menerima ujian ini, serta segera diberi kesembuhan. Dan kembali bisa mengimami sholat di musholla kami.
Purwodadi, via N2610
[A Mustofa Rusdi]
Kategori: Curhat · Motivasi
Ditandai: Bapak, cepat sembuh, sakit
Pagi ini saya sampai Purwodadi, tempat di mana bapak kami dirawat karena kecelakaan. Telapak kaki bapak kami tertindih pintu minibus yang ditumpanginya terguling. Di antara penumpang bis yg parah kernet dan bapak kami. Tulang retak, kulit dan daging terkelupas. Dan mungkin yang agak mengkhawatirkan agak terlambat dioperasi. Kecelakaan Ahad pukul 7 malam dan baru operasi Senin pukul 3 sore. Maklum banyak pasien lain yang kondisinya lebih parah, sehingga penanganan lebih dahulu.
Kami bersedih dan berusaha untuk tabah. Kami hanya orang desa. Ya, baru beberapa hari yang lalu Bapak menelepon saya agar akhir Juni untuk pulang kampung. Kata bapak, beliau ingin mengadakan tasyakuran. Tasyakuran setelah adik sy sembuh setelah sakit hampir 2,5 bulan. Juga anak adik saya (keponakan) yang kini sehat kembali. Bapak ingin kami berkumpul saat acara tasyakuran, termasuk saya yang kini merantau di Jakarta.
Seingat saya baru kali ini bapak kami dirawat di rumah sakit. Ya kami hanya orang desa. Paling sering sakit kami flu atau masuk angin. Biarpun hidup kami berkubang dengan lumpur sawah dan kotoran sapi.
Saya pun sadar bahwa semua yang kita punyai adalah titipan dari Allah. Raga kita, harta kita, apapun yang kita anggap milik kita sebernya hanyalah titipan. Yang namanya titipan sewaktu2 dapat diambil pemiliknya.
Di rumah sakit ini akhirnya saya sadar, masih banyak orang lain menerima cobaan yang lebih berat. Kami hanya mendapat ujian kecil. Tak perlu terlalu sedih. Semua ini atas kehendak-Nya.
Bapak, biasanya kami-kami ini anakmu yang mendapat belaian kasihmu saat kami sakit dengan senyum dan cinta hangatmu. Kini panjenengan merintih menahan sakit. Kami hanya berdoa semoga Bapak kuat dan sabar menerima ujian ini, serta segera diberi kesembuhan. Dan kembali bisa mengimami sholat d musholla kami.
Purwodadi, via N2610
[A Mustofa Rusdi]
Kategori: Curhat · Motivasi
Ditandai: Bapak, cepat sembuh, sakit
Setelah lama saya meninggalkan kampung halaman, saya merasa ada sesuatu yang hilang. Apalagi setelah lulus SMU kami harus berpisah untuk bekerja atau melanjutkan studi. Ada yang ke Semarang, Solo, Jogja, Bandung, Jakarta, Magelang, Jakarta, ataupun ke seluruh kota di Indonesia.
Kami masih sempat kumpul-kumpul saat lebaran pada tahun-tahun pertama. Namun tidak bisa semua karena kesibukan dan memang pindah tempat tinggal atau sudah tidak lagi di Blora.
Setelah sekial lama itulah muncul di hati ini kerinduan akan masa-mas SMA, masa saat masih di Blora. Ingin ku mengenang. Namun setiap pulang kampung ke Blora terasa ada sesuatu yang hilang. Bangunan mungkin masih seperti dulu atau sekarang malah lebih bagus. Tetapi sesuatu yang hilang . Apa ya? (lagi…)
Kategori: Curhat · SMAN 1 Blora
Ditandai: sahabat, SMUN 1 Blora

Foto: Ari Trismana (ariaristides.wordpress.com)
Tahu gak saat akhir-akhir ini menjadi masa-masa yang begitu krusial bagi saya. Wajar bagi “bujang lapuk” (pinjam istilah seorang teman) banyak pertanyaan pertanyaan yang yang selalu mengusik hati saya.
Sebetulnya pertanyaan ini wajar. Dan saya pun sebenarnya juga sering melontarkan ini kepada senior-senior saya dulu. Apalai kalau bukan “kapan nikah?“, “nunggu apa lagi sih?“, “terlalu pilih-pilih sih!“, “ntar ketuaan lho“, dan masih banyak lagi berondongan pertanyaan yang datang silih berganti. Kenapa masih ragu ya? Mungkinkah ini juga pernah atau bahkan Anda alami juga?
(lagi…)
Kategori: Curhat
Baru saja seorang sahabatku menikah. Sebut saja “Friend” namanya. Y!Messenger dipasang photo sewaktu di pelaminan. asyik bersanding dengan istri tercinta. Akhinya pun aku menyapanya:
mus: 8-> (senyam-senyum, cengar-cengir)
Friend: :-B
mus: 8-> kpn ya? (menerawang & mengkhayal)
Friend: niat aja tidak cukup
mus: terus :-/ (oon, pura-pura gak ngerti)
Friend: ya ikhtiar dong
Friend: gak usah banyak parameter lah
Friend: antum tuh gimana sih, bukannya antm harusnya lebih mudeng
Friend: /:)
Friend: dapet separo agama lhoo
Friend: ketika ijab qobul, langit bergetar
Friend: setan pada nangis ..
Friend: hehe
(lagi…)
Kategori: Curhat · Diin
Ditandai: nikah, pengantin