Celotehan Masmus

menggelorakan jiwa

Jika tidak sekarang, kapan lagi?

with 2 comments

Sesekali kita merenung memikirkan tentang masa depan kita. Kadang merasa tidak puas dengan apa yang ada. Kadang kita bangga dengan apa yang sebenarnya bukan kita pemiliknya. Inilah saatnya kita menata diri.

Setiap saat ingin sekali diriku memperbaiki diri, tapi baru beberapa saat dimulai diri ini lupa. Lupa akan tujuan dan tekad semula.

Begitulah saudaraku. Saya selalu merasa tak berdaya dengan diri saya. Seolah-olah yah.. beginilah diri saya. Saya pasrah dengan keadaan saya. Saya selalu merisaukan sesuatu yang belum atau tidak saya dapatkan. Saya selalu bermimpi, tapi tak pernah berusaha untuk mewujudkanya. Sementara kenikmatan, anugerah, atau apa yang ada pada diri saya, saya anggap biasa. Padahal kini ku sadar, mengapa saya saya selalu memimpikan sesuatu yang hanya sebatas angan. Mengapa tidak melakukan apa yang ada untuk kebaikan. Apakah ini juga Anda rasakan wahai sahabatku? Lalu saya bertanya pada diri sendiri kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu kapan lagi?

Written by mus

11/12/2007 pada 16:15

Ditulis dalam Curhat

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. jadi merasa punya saudara kembar nih, merasakan hal yang bisa dikatakan 90% sama

    Suka

    poernomo

    12/12/2007 at 02:48

    • Sama atau kembar dalam kebaikan kan tentunya bro Poer.. Kalau hal tsb saya sepakat.

      Mari menata diri untuk menghadapi Romadhon yang akan menjelang. Amiin..

      Suka

      mus

      30/07/2009 at 15:36


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: