Celotehan Masmus

menggelorakan jiwa

Pegiat Majalah, Kok Nulisnya Gak Nambah-nambah

leave a comment »

wordpress.com
Komentar ini begitu menohok saya. Walaupun sebenarnya saya bukanlah pegiat majalah. Memang benar sewaktu SMA dulu saya kadang-kadang nulis walau pendek. Dan waktu kuliah semapat jadi reporter LPM. Tapi bakat-bakat kepenulisan saya tidak terasah karena di LPM ini pun saya hanya satu kali penerbitan habis itu tak aktif lagi. Bisa jadi tidak saya kembangkan sehingga wajar saja kemampuan itu pun boleh jadi menghilang.

Saya jadi teringat istilah wali kelas saya saat kelas 3 SMU1 Blora, Pak Kusneo namanya. Beliau selalu menggunakan istilah “use and disuse“. Use:  apa-apa yang digunakan akan berkembang dan disuse: apa-apa yang tidak digunakan/ difungsikan maka akan berkurang atau menyusut.

Begitu pula dengan bakat nulis saya. Menulis terasa begitu sulit. Hal ini semenjak saya kuliah di fakultas teknik, saya mulai mengabaikan bakat tersebut. Saya sibuk dan terbuai dengan rutinitas tugas-tugas kuliah. (Ceile… sibuk nih?) Intinya saya melupakan dan meninggalkan budaya tulis-menulis hilang. Ide-ide kreatif tak lagi dituangkan. Hidup pun stagnan. Hampa tanpa makna.

Saya tidak mengatakan rutinitas kuliah di teknik mematikan bakat menulis dan ide kreatif. Hanya saja diri saya sendiri yang malas. Toh banyak teman-teman teknik yang mampu menulis dengan kualitas yang bagus baik fiksi maupun non fiksi. Bahkan sudah ada yang dibukukan. Saya sampai terkagum-kagum dengan tulisan mereka. Padahal mereka itu aktifis yang tentu lebih sibuk dari saya.

Kenyataan inilah yang akhirnya di penghujung tahun 2007 lalu saya belajar menulis kembali. Terlebih lagi setelah saya menemukan media yang pas. Blog di wordpress. Saya mulai lagi belajar merangkai kata-kata sekaligus belajar membuat blog. Bahkan di awal-awal saya tidak menulis. Saya hanya mencuplik tulisan orang lain. Setelah itu berusaha mencurahkan kata hati. Bicara pada diri sendiri. Berbagi dengan siapa saja yang menyempatkan diri berkunjung di blog ini.

Namun euforia ini tak berlangsung lama hanya sekitar tiga atau empat bulan, setelah itu mati suri lagi. Lagi-lagi tenggelam dengan rutinitas pekerjaan. (ceile.. lagi-lagi sibuk atau sok sibuk nih?) Hidup segan mati tak mau. Itulah perumpamaan yang cocok. Dan akhirnya saya tersentak atau kalau tidak ya tersinggung. Nulisnya gak nambah-nambah. Memang kenyataannya seperti itu. Dan semoga ini mengingatkan saya kembali pada komitmen awal untuk selalu belajar. Seperti slogan “ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”  Tulisan menunjukkan kualitas kita.

Terima kasih atas pengingatannya!

kbu, penghujung tahun 2008M & 1429H
masmus[at]live[dot]com

Written by mus

27/12/2008 pada 22:31

Ditulis dalam Curhat

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: