Celotehan Masmus

menggelorakan jiwa

Tetap Eksis di Saat Krisis

leave a comment »

(www.swaberita.com)

(www.swaberita.com)

Tetap Eksis di saat krisis

Pengaruh krisis global tampaknya tak terhindarkan lagi. Perlahan namun pasti resesi ekonomi akan melanda negeri kita. Baru saja krisis ekonomi 1997 mereda dan mulai membaik sejak 2003 hingga 2007, menjelang akhir 2008 krisis ini menghampiri negeri tercinta. Nilai tukar rupiah yang terus melemah dan labil serta PHK terus-menerus. Ketar-ketir. Sudah harga mulai merangkak naik. Sumber penghasilan pun berhenti. Sedih. Bingung. Frustasi…

Saya pun sedikit terhibur dengan datangnya newsletter ke email saya. Newsletter dari situs pencari kerja ini memberi semangat ” Ayo Tetap Eksis di Saat Krisis”. Krisis… Kita tak kan menyerah kan?

Memasuki tahun 2009 ini diiringi bayang-bayang suram, imbas dari krisis global, akibat kredit macet properti di USA. Berita-berita di media telah terjadi gelombang PHK di mana-mana. Banyak perusahaan yang berhenti produksi bahkan ada yang gulung tikar dan terlilit utang. Sementara kita tahu tingkat pengangguran di negeri ini masih tinggi. Di sisi lain angkatan kerja yang dihasilkan lembaga pendidikan terus bertambah. Maka tingkat pengangguran pun makin tinggi. Hal ini kalau tidak diantisipasi maka bisa terjadi krisis sosial. Ya krisis sosial..

Sebagai karyawan yang mencari penghidupan di ibukota, saya sering merasa was-was. Pasca lebaran kemarin, order mulai berkurang, bahkan kami-kami kadang nganggur karena tidak ada pekerjaan. Bayangan PHK atau sejenisnya mulai menghantui. Wajar kan? Kalau tidak ada order atau order turun tentu pemasukan perusahaan juga turun. Lantas dari mana pengusaha membayar kita? Dari pada mereka rugi besar maka satu-satunya jalan adalah merumahkan kita sementara atau bahkan mem-PHK kita. Berarti sumber pengahasilan kita akan berhenti, lantas bagaimana?

Maka sebelum itu semua terjadi, ayng paling utama adalah merubah pola konsumsi kita. Pola hidup konsumtif kita harus dikendalikan dan direncanakan. Gaya hidup, makanan, fashion, pakaian, rekreasi, hiburan, dsb harus kita ubah total. Saya yakin dengan jalan menata pola belanja kita maka kita akan menyisihkan dana kita sebagai dana cadangan (dana darurat). Dan dana darurat inilah yang nanti akan membantu kita sewaktu-waktu PHK terjadi sampai mendapatkan pekerjaan berikutnya. Atau bahkan sebagai modal usaha untuk tetap menyambung hidup.

Dan yang paling penting adalah kita tetap optimis. Ya, tetap optimis menatap mas depan. Ini berarti kita tetap bekerja sebaik mungkin yang kita bisa. Dengan memberikan yang terbaik buat perusahaan peluang PHK makin kecil yang berarti juga daya kinerja perusahaan meningkat karena etos kerja karyawan uang tetap gigih biarpun krisis menerpa. Sehingga kita tetap eksis di saat krisis. Semoga.

kota bambu utara
penghujung tahun 2008 dan 1429H
masmus[at]live[dot]com

Written by mus

27/12/2008 pada 22:14

Ditulis dalam Ekonomi, Opini, Sosial budaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: