Celotehan Masmus

menggelorakan jiwa

Film Ketika Cinta Bertasbih

with 13 comments

kcbKalau ditanya novel apa favoritmu, akan saya jawab “Ayat-ayat Cinta” .  Dan novel inilah yang begitu menggugah hati saya. Saya bukanlah pecinta novel,maka ketika ada teman yang menawarkan sebuah bacaan saya cuek saja.  Lalu saya intip sedikit. Besoknya saat pameran buku di Solo saya langsung beli novel ini di stand Republika. Begitu dalam pesan yang disampaikan.

Saat novel Ketika Cinta Bertasbih terbit saya pun cuek, bahkan saat-sat sedang booming pun saya cuek aja. Saya  baru baca setelah berita ramai-ramai tentang udisi pemeran film KCB. Itu pun saya baca e-book (PDF File) dari teman (yang mungkin ilegal he..he..he..). Saya lebih trenyuh. KCB ternyata lebih mengena. Lebih realistis, nJawani, dan begitu membumi. Bahkan perjuangan “Azzam” 9 tahun kuliah gak lulus-lulus, menghidupi adik-adik kuliah, mencari jodoh yang gak ketemu-ketemu. Dan yang lebih mengena adalah setting lokasi antara Solo-Kartasura-Klaten karena saya sempat 5 tahun tinggal di sana.

Saya khawatir ketika difilmkan KCB gak sesuai novelnya sebagimana Ayat-ayat Cinta. Tetapi adanya audisi yang juga melibatkan penulis novel kang Abik, juga sutradara kondang Chaerul Umam yang menyutradarai saya yakin film Ketika Cinta Bertasbih lebih berbobot. Tunggu saja di bioskop 11 Juni 2009 nanti.

Berikut sinopsis film Ketika Cinta Bertasbih:

Diangkat dari novel karya Habibburahman El Shirazy. Ketika Cinta Bertasbih terdiri dari 2 seri dan populer di kalangan para pecinta buku tanah air. Hingga kini lebih dari 1 juta eksemplar novel tersebut laku terjual.

Sinemart Pictures jatuh hati untuk memfilmkannya dalam versi utuh. Yakni dengan mengambil lokasi asli seperti yang tertulis dalam setting novelnya, mencari pemain yang memiliki karakter tak jauh dari tokoh dalam novelnya melalui proses audisi, dan melamar Chaerul Umam untuk kembali menyutradarai film setelah selama 11 tahun vacuum dari kiprahnya sebagai sutradara.

Ketika Cinta Bertasbih berfokus pada perjalanan tokoh Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia, sehingga demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Namun dari pekerjaannya itulah, ia menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Norin), gadis cantik-modern, putri Dubes RI di Mesir.

Perjalanan hidup dan cinta Azzam yang berliku tidak sekedar memberikan pencerahan jiwa namun mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Illahi dan memaknai cinta. Kehadiran Anna (Oki Setiana), seorang wanita Islami yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam misteri cinta yang dikemas dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya. Peran adiknya bernama Husna (Meyda Sefira), serta Furqan (Andi Arsyil)-teman kuliahnya yang juga berasal dari Indonesia dan terinfeksi AIDS merangkum perjalanan hidup Azzam menjadi sebuah cerita yang sangat bernilai.

Film ini didukung oleh belasan artis senior papan atas, seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Slamet Rahardjo, Ninik L Karim, Nungki Kusumastuti, bahkan sastrawan-Taufik Ismail pun muncul sebagai cameo. Ilustrasi musik dan soundtrack ditangani oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Krisdayanti pun tampil sebagai salah satu pengisi album soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih.

Seluruh setting dalam novel dihidupkan dengan pengambilan gambar dari lokasi sebenarnya di Kairo-Mesir. Termasuk KBRI di Mesir, Sungai Nil, bahkan Universitas Al Azhar yang selama ini tidak memperbolehkan film asing melakukan syuting di lokasi tersebut. Separuh mahasiswa Indonesia asli yang menimba ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir juga terlibat dalam proses pembuatannya.

sumber: http://www.filmketikacintabertasbih.com/sinopsis.php

 

Baca juga:

Written by mus

25/04/2009 pada 22:27

13 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. film ini membuat saya terinspirasi

    Suka

    aisyah

    22/09/2009 at 11:24

  2. Blunder sebuah produksi film berbiaya besar.
    Sangat standart kualitas film-nya.
    Chaerul umam terlalu setia pada novel (jadinya tak ada ide kreatif)..akhirnya seperti visualisasi cerita novelnya saja. sinematografinya juga belepotan sana sini.
    Klimak dan ekspresi bintang-nya juga datar; dari sedih ke senang dan sedih lagi seperti tanpa jeda.
    untuk beberapa segi teknis aku lebih memberi nilai lebih garapan Hanung di AAC.
    Jika KCB 2 tak diedit ulang skenario-nya atau setipikal dengan yang pertama, wah akan sangat lebih membosankan.
    Bagaimanapun Novel dan Film tak bisa dibandingkan.Tapi Novelnya lebih banyak hal yang diambil hikmahnya daripada film-nya yang katanya MegaFilm.
    Thx.

    Suka

    basuki

    18/07/2009 at 15:29

  3. Ya ALLAH…….
    semoga yang sudah menonton/membaca buku
    KCB bisa mengambil hikmah yang begitu falam
    ( AMIEN )

    Suka

    ANNA

    23/06/2009 at 21:43

  4. […] tulisan tentang film Ketika Cinta Bertasbih yang saya tulis 24 April 2009 baru booming pada bulan 11 Juni 2009, bertepatan dengan rilis film […]

    Suka

  5. ceritanya bagus…………..menyentuh banget.
    ini mengajarkan qta kaum cew, supaya selalu berpikir sebelum menikah.mencari se2orang, bukan karena lain hal, tapi karena imannya……

    selain itu, menyadarkan qt bahwa wanita juga punya hak sebelum menentukan langkah untuk berumah tangga………..

    Suka

    vivi

    19/06/2009 at 19:32

  6. La belom nonton filmnya, belom baca novelnya juga… (padahal yg paling antusias loh…;))

    btw, mampir ke blog La yah??

    Suka

    La

    19/06/2009 at 12:10

  7. Saya udah nonton filmnya, tapi kecewa bgt. Saya kayak nonton sinetron. Padahal biaya pembuatan filmnya dengar2 paling mahal di Indonesia. Mendingan baca novelnya aja deh…!

    Suka

    Tongkonan

    16/06/2009 at 04:21

    • Wajar dan manusiawi. Apalagi bagi mereka yang pernah membaca novel, film walaupun ditampilkan secara audio visual membuat kita tidak bebas berimajinasi sebagaimana jika kita membaca novelnya.

      Suka

      mus

      19/06/2009 at 19:40

  8. SUDAH LIAT FILMNYA. PENONTON BERJUBEL, TAPI FILMNYA SENDIRI BIASA AJA MENURUT AKU. MALAH MEMBOSANKAN YA. TAP INI PENDAPAT PRIBADIKU LHO, YANG DI AMINI 4 TEMAN LAIN YANG JUGA NONTON BARENG AKU. HABIS NONTON KAMI MAKAN. SAAT KAMI MAKAN KAMI MALAH NGOBROLIN PRITTA. SAMA SEKALI TIDAK MEMBICARAKAN FILM YANG BARU KAMI TONTON.

    Suka

    Fahry

    13/06/2009 at 15:20

  9. luar biasa banget kelihatannya film ini
    saya sudah baca berulang ulang novelnya
    tapi saya tidak pernah merasa jemu…
    tidak sabar melihat filmnya…
    bravo for novel islam dan film islam

    Suka

    michail huda

    29/05/2009 at 09:26

  10. […] Film Ketika Cinta Bertasbih […]

    Suka

  11. wanita-wanita jahiliah tempo dulu atau pun jahiliah modern.

    4. Menjauhkan diri dari bau-bauan yang harum dan warna-warna perhiasan yang seharusnya dipakai di rumah, bukan di jalan dan di dalam pertemuan-pertemuan dengan kaum laki-laki.

    5. Jangan berduaan (laki-laki dengan perempuan) tanpa disertai mahram.

    Banyak hadits sahih yang melarang hal ini seraya mengatakan, `Karena yang ketiga adalah setan.`

    Jangan berduaan sekalipun dengan kerabat suami atau istri. Sehubungan dengan ini, terdapat hadits yang berbunyi:

    `Jangan kamu masuk ke tempat wanita.` Mereka (sahabat) bertanya, `Bagaimana dengan ipar wanita.` Beliau menjawab, `Ipar wanita itu membahayakan.` (HR Bukhari)

    Maksudnya, berduaan dengan kerabat suami atau istri dapat menyebabkan kebinasaan, karena bisa jadi mereka duduk berlama-lama hingga menimbulkan fitnah.

    Pertemuan itu sebatas keperluan yang dikehendaki untuk bekerja sama, tidak berlebih-lebihan yang dapat mengeluarkan wanita dari naluri kewanitaannya, menimbulkan fitnah, atau melalaikannya dari kewajiban sucinya mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak.

    Suka

    herman

    10/05/2009 at 23:50


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: